Tampilkan postingan dengan label Ron Paul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ron Paul. Tampilkan semua postingan

Samsung Chat S3570, Andalkan Hotspot WiFi

Diposting oleh Admin

    SAMSUNG menyikapi persaingan sengit di pasar ponsel murah berfitur WiFi melalui seri Chat S3570. Pada ponsel ini, Samsung mengedepankan unsur pesan. Tak heran, ponsel ini mengusung konsep tombol qwerty fisik yang tegas.  Seolah mengikuti jejak BlackBerry yang kampiun dalam hal messaging, Chat S3570 pun menggunakan optical track pad berwarna hitam sebagai kendali navigasi menu.
    Samsung Chat S3570 dirancang berdesain kompak dengan dimensi 111,9 x 60,4 x 11,5 milimeter dan berat 95,9 gram. Sesuai dengan segmennya, layar tidak touchscreen, menggunakan teknologi TFT  dengan kedalaman 256 ribu warna. Bentang layar memiliki ukuran 2.4 inci dengan resolusi 320x240 pixels.
    Sebagai ponsel yang mengedepankan unsur messaging, pada panel depan disematkan shortcut untuk masuk ke menu SMS/email, dan shortcut untuk masuk ke aplikasi Chat ON. Selain itu, di bawah layar ditempatkan dua soft key untuk akses menu yang dapat dikustomisasi.
    Samsung Chat S3570 tergolong minimalis, tidak banyak pernak pernik yang menyertai. Untuk sisi kanan hanya terdapa tombol pengatur volume, sedangkan pada sisi kiri tidak terdapat instrumen apa pun. Untuk audio jack 3,5 mm dan port microUSB disematkan pada sisi atas. Pada sisi belakang (back cover), hanya terdapat lensa kamera dan lubang speaker.  Ponsel ini sudah mengusung konsep hot swap, untuk memasang dan melepas microSD tidak perlu mencabut baterai. MicroSD letaknya ada di balik back cover.
    Sebagai ponsel berharga dibawah Rp 1 juta, S3570 mengandalkan konekstivitas WiFi dengan standar b/g. Tentu ini bisa jadi terobosan fitur yang menarik, mengingat dengan modal WiFi hotspot yang bertebaran gratis, sudah bisa bebas browsing dan chatting.     
    Terkait koneksi internet via jaringan selular, sayangnya Chat S3570 masih bersandar pada jaringan 2G (GPRS/EDGE). Dirangkum dari selular.co.id, mendukung kemampuan internet, handphone ini telah dilengkapi aplikasi Facebook, Twitter, dan aplikasi chatting khas Samsung, yakni Chat ON.  Resolusi maksimum yang ditawarkan pada kamera adalah 2 Mpix (1600x1200 pixels). Untuk rekam video, resolusi maksimumnya adalah 320x240 pixels dengan kecepatan 15 fps.
    Bisa dibilang ponsel ini gadget pemutar musik, lantaran posisi audio jack ditempatkan pada posisi yang ergonomis. Pemutar musik sudah dilengkapi menu equalizer, shuffle, dan playlist. Selain itu ada bekal FM radio, FM radio dapat memindai channel list secara dinamis, dan dilengkapi kemampuan rekam siaran.
    Prosesor yang digunakan relatif kecil, yakni single prosesor 208 Mhz. Kecilnya ukuran prosesor dipandang sepadan dengan beban fitur dan fasilitas standar. Meski hanya bersenjatakan akses GPRS/EDGE, uniknya Chat S3570 dibekali kemampuan modem. Untuk memori internal tidak begitu besar, yakni 34 MB. Meski ukurannya kecil, memori tersebut masih dapat menjalankan fitur kamera.
    Samsung Chat S3570 ditenagai baterai lithium Ion dengan kapasitas 1000 mAh. Dari kapasitas tersebut dapat dicapai waktu siaga hingga 400 jam dan waktu bicara hingga 11 jam. (*)


Spesifikasi Samsung Chat S3570:
- Desain: Qwerty bar
- Dimensi: 111,9 x 60,4 x 11,5 mm
- Berat: 95,9 gram
- Ringtone: MP3
- Sistem Operasi: Proprietary
- Jaringan: GSM quadband
- Prosesor: 208 Mhz
- Layar Utama: TFT 256 ribu warna, Ukuran: 2,4 inci, Resolusi:
  320x240 pixels
- Memori Internal: 34 MB, Eksternal: microSD
- Hotswap
- Phonebook: 1.000
- Konektivitas: GPRS, EDGE, WLAN/WI-FI b/g, Bluetooth v.3, Kabel
  Data, PC Sync
- Kamera: 2 Mpix, Resolusi Max: 1600x1200 pixels
- Video Resolusi Max: 320x240 pixels, Player: MP4/H.264
- Musik Player: MP3/eAAC+
- Internet Browser: WAP, Full XHTML
- Baterai: Lithium Ion, Kapasitas: 1000 mAh, Standby time  400 jam
  Talk time 11 jam
----------------------------------------------

Foto: mobilities.co.za

Windows 8, Familiar bagi Tunanetra

Diposting oleh Admin

    WINDOWS 8 baru saja diluncurkan oleh Microsoft. Sistem operasi ini memiliki banyak kelebihan, bukan hanya pengguna komputer berpenglihatan normal tapi juga familiar bagi tunanetra. Melenggangnya Windows 8 sebagai sistem operasi terbaru besutan Microsoft tentu saja memunculkan tanda tanya besar bagi pengguna komputer yang tunanetra. Apakah sistem operasi tersebut dapat dioperasikan dengan mudah tanpa penglihatan? Hal ini penting untuk dijawab, karena mau tidak mau, tunanetra pun harus beradaptasi dengan sistem operasi tersebut.
    Microsoft memperhatikan kebutuhan pengguna berkebutuhan khusus, salah satunya penyandang tunanetra. Aplikasi bantu yang tersedia di dalam Windows 8 tidak lagi dibuat seadanya, seperti pada versi terdahulu. Namun, sudah lebih fungsional dalam membantu tunanetra mengoperasikan komputer.
     Ada beberapa aplikasi bantu yang tersedia, namun paling utama, yaitu pembaca layar (screen reader). Pembaca layar adalah aplikasi yang mampu mengubah teks atau tampilan menjadi keluaran suara, sehingga tunanetra dapat mengetahui informasi yang tampil di layar monitor.
    Narrator adalah pembaca layar bawaan Windows yang sudah ada sejak Windows XP. Namun, dulunya Narrator dibuat seperlunya saja. Fungsinya pun sekadar membacakan menu atau teks sederhana pada Windows.
    Microsoft telah meningkatkan kemampuan Narrator. Kini juga dapat digunakan untuk melakukan navigasi pada antarmuka Windows 8. Yang paling signifikan adalah fitur baru yang memungkinkannya dipakai browsing menggunakan browser bawaan Microsoft.
    Bagi tunanetra yang ingin mencicipi Windows 8 RT yang ditanam pada perangkat tablet, Narrator pun sudah mampu membacakan objek yang disentuh menggunakan jari. Untuk menghidupkan Narrator, pengguna cukup menekan beberapa tombol shortcut. Pada layar sign in, tekan WIN+U. Di desktop, tekan WIN+ENTER. Sedangkan untuk mengaktifkan Narrator di perangkat tablet, tekan WIN+Volume up (tombol menaikkan volume).
    Tentu saja banyak shortcut baru yang perlu dipelajari tunanetra sebelum mengoperasikan Narrator. Jika Narrator sudah aktif, tekan Caps Lock+F1 untuk memunculkan menu bantuan. Menu ini berisi tutorial lengkap cara menggunakan Narrator. Untuk mematikan Narrator, tekan Caps Lock+ESC.
    Meski kemampuan Narrator sudah jauh lebih baik, namun tetap saja tidak dapat mengakomodasi semua kebutuhan tunanetra. Bila ingin mengeksplorasi Windows 8 dengan lebih enak, gunakanlah beberapa pembaca layar, seperti dirangkum dari detiknet.
    Pertama, NVDA (www.nvda-project.org). NVDA (Non visual desktop access) adalah pembaca layar gratisan yang sudah mendukung Windows 8. Meski gratisan, tapi kemampuannya menangani elemen visual dalam Windows 8 terbilang cukup baik. NVDA adalah satu-satunya pembaca layar yang saat ini mendukung pengoperasian layar sentuh.
    Memang NVDA yang mendukung Windows 8 baru dalam tahap beta (versi 2012-3). Namun, dapat digunakan untuk aktivitas dasar berkomputer, seperti bernavigasi, mengkopi file, dan lain sebagainya.
    Kedua, Jaws for Windows (www.freedomscientific.com). Ini adalah pembaca layar komersial yang paling populer digunakan oleh tunanetra. Jaws saat ini adalah satu-satunya pembaca layar yang sudah support Windows 8, telah rilis dalam versi penuh (v14.0.918).
    Selain itu, tersedia pula fitur-fitur lain yang cukup unik, seperti flexible web (konfigurasi untuk menghilangkan objek yang tidak penting saat browsing), convinient OCR (mengubah tampilan gambar atau PDF menjadi teks), dan lain-lain. (*)