Tampilkan postingan dengan label missing girl dragged by hair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label missing girl dragged by hair. Tampilkan semua postingan

New Smartfren Andromax, Kualitasnya Memuaskan

Diposting oleh Admin

    HISENSE S7 New Smartfren Andromax Tab 7.0. Demikian nama tablet yang dirancang oleh Hisense, dipasarkan khusus oleh Smartfren. Desainnya serupa dengan seri pendahulunya yang memiliki identitasnya hampir sama, yakni Smartfren Andromax Tab 7.0.
    Selain sama-sama mengusung bentang layar 7 inci, tablet yang diproduksi di Cina ini juga telah mengusung layar berjenis TFT capacitive dengan kedalaman 16 juta warna. Layar lumayan tajam dengan resolusi 1024x600 pixels yang mampu multitouch.
    Tablet ini tidak bisa melakukan proses charging lewat port microUSB. Untuk charging hanya bisa dilakukan lewat slot DC. Sekilas slot-nya mirip digunakan pada Nokia, tapi dalam uji coba ternyata berbeda. Jadi, untuk charging slot tablet ini bersifat proprietary.
    Seperti dirangkum dari selular.co.id, harga jual perdana Rp 1.650.000, tablet ini terbilang memukau banyak orang untuk urusan fitur yang ditawarkan. Sebut saja USB on the go, fitur ini jamak hadir di tablet atau smartphone papan atas generasi terbaru, tapi USB on the go mampu dihadirkan di tablet ini dengan apik.
    Kamera utama resolusinya 3 Mpix (2048x1536 pixels), dan kamera depan 2 Mpix. Untuk kamera bekal menu-nya memang terbilang standar, tidak ada flash light, tapi ada zoom, white balance,  foto editor, dan night mode.
    Rekam video bisa dilakukan dengan resolusi maksimum setingkat VGA (640x480 pixels). Bagi Anda yang doyan nonton video ada kabar gembira, pasalnya video player dapat memutar hingga file HD dengan resolusi 1440x1080 pixels. Serunya lagi, tablet ini dibekali HDMI port, alhasil dengan mudah Anda bisa menonton video tadi di layar TV.
    Tersedia pemutar musik yang cukup menarik, selain equalizer, shuffle, dan playlist, ada menu booster yang bisa dinikmati optimal lewat headset. Tablet ini juga dibekali FM radio dengan kemampuan scan channel dinamis. Sayangnya tidak ada kemampuan rekam siaran radio.
    Sebagai tablet yang dipasarkan secara bundling, jalur koneksi internet  memang hanya bisa dengan layanan Smartfren. Dalam uji coba menggunakan beberapa aplikasi berbasis internet, kualitas cukup memuaskan, tablet ini sudah mengusung standar 3.5G atau CDMA2000-1x EVDO, jadi memang handal untuk selancar internet. Selain browser default Android, juga disediakan pilihan browser Google Chrome.
    Tablet ini tidak dibekali kemampuan document viewer, jadi tidak bisa membuka file berekstensi Microsoft, untuk itu Anda bisa membeli aplikasi office yang banyak tersedia di Google Play. Tablet ini dapat melakukan pengiriman SMS, namun tidak bisa melakukan voice call.
    Satu lagi yang menarik, selain dibekali slot memori eksternal, kemampuan memori internal pun sudah 8GB, terbilang ideal. New Smartfren Andromax Tab 7.0 juga mengadopsi kapasitas baterai yang lebih besar dari seri sebelumnya, yakni menggunakan Lithium Polymer dengan kapasitas 4000 mAh. (*)

---------------------------------------------------
Spesifikasi Hisense S7 New Smartfren Andromax Tab 7.0:
- Desain: Tablet
- Dimensi: 198 x 125 x 11 mm
- Berat: 393 gr
- Ringtone: MP3
- Sistem Operasi: Android 4.0.3
- Jaringan: CDMA2000-1X EVDO Rev A
- Prosesor: Cortex A9 1 Ghz
- Layar Utama: TFT Capacitive 16 juta warna, Ukuran: 7 inci,
  Resolusi: 1024x600 pixels
- Memori Internal: 1GB RAM/8GB ROM, Eksternal: micro SD
- Hotswap    
- Phonebook: Dinamis
- Konektivitas: CDMA2000-1x, WLAN/WI-FI, Bluetooth, HDMI, Kabel
  Data, PC Sync    
- Instant Messaging: Gtalk
- Kamera: Kualitas 3 Mpix, Resolusi Max: 2048x1536 pixels/Depan -
  2 Mpix
- Video Resolusi Max: VGA, Player: MP4/H.264
- Musik Player: MP3/WAV/AAC
- Internet Browser: Android Browser dan Chrome, WAP, Full XHTML
- Baterai: Lithium Polymer, Kapasitas 4000 mAh
------------------------------------------

Foto:

Samsung Chat S3570, Andalkan Hotspot WiFi

Diposting oleh Admin

    SAMSUNG menyikapi persaingan sengit di pasar ponsel murah berfitur WiFi melalui seri Chat S3570. Pada ponsel ini, Samsung mengedepankan unsur pesan. Tak heran, ponsel ini mengusung konsep tombol qwerty fisik yang tegas.  Seolah mengikuti jejak BlackBerry yang kampiun dalam hal messaging, Chat S3570 pun menggunakan optical track pad berwarna hitam sebagai kendali navigasi menu.
    Samsung Chat S3570 dirancang berdesain kompak dengan dimensi 111,9 x 60,4 x 11,5 milimeter dan berat 95,9 gram. Sesuai dengan segmennya, layar tidak touchscreen, menggunakan teknologi TFT  dengan kedalaman 256 ribu warna. Bentang layar memiliki ukuran 2.4 inci dengan resolusi 320x240 pixels.
    Sebagai ponsel yang mengedepankan unsur messaging, pada panel depan disematkan shortcut untuk masuk ke menu SMS/email, dan shortcut untuk masuk ke aplikasi Chat ON. Selain itu, di bawah layar ditempatkan dua soft key untuk akses menu yang dapat dikustomisasi.
    Samsung Chat S3570 tergolong minimalis, tidak banyak pernak pernik yang menyertai. Untuk sisi kanan hanya terdapa tombol pengatur volume, sedangkan pada sisi kiri tidak terdapat instrumen apa pun. Untuk audio jack 3,5 mm dan port microUSB disematkan pada sisi atas. Pada sisi belakang (back cover), hanya terdapat lensa kamera dan lubang speaker.  Ponsel ini sudah mengusung konsep hot swap, untuk memasang dan melepas microSD tidak perlu mencabut baterai. MicroSD letaknya ada di balik back cover.
    Sebagai ponsel berharga dibawah Rp 1 juta, S3570 mengandalkan konekstivitas WiFi dengan standar b/g. Tentu ini bisa jadi terobosan fitur yang menarik, mengingat dengan modal WiFi hotspot yang bertebaran gratis, sudah bisa bebas browsing dan chatting.     
    Terkait koneksi internet via jaringan selular, sayangnya Chat S3570 masih bersandar pada jaringan 2G (GPRS/EDGE). Dirangkum dari selular.co.id, mendukung kemampuan internet, handphone ini telah dilengkapi aplikasi Facebook, Twitter, dan aplikasi chatting khas Samsung, yakni Chat ON.  Resolusi maksimum yang ditawarkan pada kamera adalah 2 Mpix (1600x1200 pixels). Untuk rekam video, resolusi maksimumnya adalah 320x240 pixels dengan kecepatan 15 fps.
    Bisa dibilang ponsel ini gadget pemutar musik, lantaran posisi audio jack ditempatkan pada posisi yang ergonomis. Pemutar musik sudah dilengkapi menu equalizer, shuffle, dan playlist. Selain itu ada bekal FM radio, FM radio dapat memindai channel list secara dinamis, dan dilengkapi kemampuan rekam siaran.
    Prosesor yang digunakan relatif kecil, yakni single prosesor 208 Mhz. Kecilnya ukuran prosesor dipandang sepadan dengan beban fitur dan fasilitas standar. Meski hanya bersenjatakan akses GPRS/EDGE, uniknya Chat S3570 dibekali kemampuan modem. Untuk memori internal tidak begitu besar, yakni 34 MB. Meski ukurannya kecil, memori tersebut masih dapat menjalankan fitur kamera.
    Samsung Chat S3570 ditenagai baterai lithium Ion dengan kapasitas 1000 mAh. Dari kapasitas tersebut dapat dicapai waktu siaga hingga 400 jam dan waktu bicara hingga 11 jam. (*)


Spesifikasi Samsung Chat S3570:
- Desain: Qwerty bar
- Dimensi: 111,9 x 60,4 x 11,5 mm
- Berat: 95,9 gram
- Ringtone: MP3
- Sistem Operasi: Proprietary
- Jaringan: GSM quadband
- Prosesor: 208 Mhz
- Layar Utama: TFT 256 ribu warna, Ukuran: 2,4 inci, Resolusi:
  320x240 pixels
- Memori Internal: 34 MB, Eksternal: microSD
- Hotswap
- Phonebook: 1.000
- Konektivitas: GPRS, EDGE, WLAN/WI-FI b/g, Bluetooth v.3, Kabel
  Data, PC Sync
- Kamera: 2 Mpix, Resolusi Max: 1600x1200 pixels
- Video Resolusi Max: 320x240 pixels, Player: MP4/H.264
- Musik Player: MP3/eAAC+
- Internet Browser: WAP, Full XHTML
- Baterai: Lithium Ion, Kapasitas: 1000 mAh, Standby time  400 jam
  Talk time 11 jam
----------------------------------------------

Foto: mobilities.co.za

Windows 8, Familiar bagi Tunanetra

Diposting oleh Admin

    WINDOWS 8 baru saja diluncurkan oleh Microsoft. Sistem operasi ini memiliki banyak kelebihan, bukan hanya pengguna komputer berpenglihatan normal tapi juga familiar bagi tunanetra. Melenggangnya Windows 8 sebagai sistem operasi terbaru besutan Microsoft tentu saja memunculkan tanda tanya besar bagi pengguna komputer yang tunanetra. Apakah sistem operasi tersebut dapat dioperasikan dengan mudah tanpa penglihatan? Hal ini penting untuk dijawab, karena mau tidak mau, tunanetra pun harus beradaptasi dengan sistem operasi tersebut.
    Microsoft memperhatikan kebutuhan pengguna berkebutuhan khusus, salah satunya penyandang tunanetra. Aplikasi bantu yang tersedia di dalam Windows 8 tidak lagi dibuat seadanya, seperti pada versi terdahulu. Namun, sudah lebih fungsional dalam membantu tunanetra mengoperasikan komputer.
     Ada beberapa aplikasi bantu yang tersedia, namun paling utama, yaitu pembaca layar (screen reader). Pembaca layar adalah aplikasi yang mampu mengubah teks atau tampilan menjadi keluaran suara, sehingga tunanetra dapat mengetahui informasi yang tampil di layar monitor.
    Narrator adalah pembaca layar bawaan Windows yang sudah ada sejak Windows XP. Namun, dulunya Narrator dibuat seperlunya saja. Fungsinya pun sekadar membacakan menu atau teks sederhana pada Windows.
    Microsoft telah meningkatkan kemampuan Narrator. Kini juga dapat digunakan untuk melakukan navigasi pada antarmuka Windows 8. Yang paling signifikan adalah fitur baru yang memungkinkannya dipakai browsing menggunakan browser bawaan Microsoft.
    Bagi tunanetra yang ingin mencicipi Windows 8 RT yang ditanam pada perangkat tablet, Narrator pun sudah mampu membacakan objek yang disentuh menggunakan jari. Untuk menghidupkan Narrator, pengguna cukup menekan beberapa tombol shortcut. Pada layar sign in, tekan WIN+U. Di desktop, tekan WIN+ENTER. Sedangkan untuk mengaktifkan Narrator di perangkat tablet, tekan WIN+Volume up (tombol menaikkan volume).
    Tentu saja banyak shortcut baru yang perlu dipelajari tunanetra sebelum mengoperasikan Narrator. Jika Narrator sudah aktif, tekan Caps Lock+F1 untuk memunculkan menu bantuan. Menu ini berisi tutorial lengkap cara menggunakan Narrator. Untuk mematikan Narrator, tekan Caps Lock+ESC.
    Meski kemampuan Narrator sudah jauh lebih baik, namun tetap saja tidak dapat mengakomodasi semua kebutuhan tunanetra. Bila ingin mengeksplorasi Windows 8 dengan lebih enak, gunakanlah beberapa pembaca layar, seperti dirangkum dari detiknet.
    Pertama, NVDA (www.nvda-project.org). NVDA (Non visual desktop access) adalah pembaca layar gratisan yang sudah mendukung Windows 8. Meski gratisan, tapi kemampuannya menangani elemen visual dalam Windows 8 terbilang cukup baik. NVDA adalah satu-satunya pembaca layar yang saat ini mendukung pengoperasian layar sentuh.
    Memang NVDA yang mendukung Windows 8 baru dalam tahap beta (versi 2012-3). Namun, dapat digunakan untuk aktivitas dasar berkomputer, seperti bernavigasi, mengkopi file, dan lain sebagainya.
    Kedua, Jaws for Windows (www.freedomscientific.com). Ini adalah pembaca layar komersial yang paling populer digunakan oleh tunanetra. Jaws saat ini adalah satu-satunya pembaca layar yang sudah support Windows 8, telah rilis dalam versi penuh (v14.0.918).
    Selain itu, tersedia pula fitur-fitur lain yang cukup unik, seperti flexible web (konfigurasi untuk menghilangkan objek yang tidak penting saat browsing), convinient OCR (mengubah tampilan gambar atau PDF menjadi teks), dan lain-lain. (*)

Ponsel Jumbo Rasa Baru

Diposting oleh Admin

    PONSEL berlayar 5 inci tergolong besar. Berbagai vendor mulai memasarkan ponsel cerdas Android dengan layar 5 inci ke atas dengan berbagai keunggulan. LG tidak mau ketinggalan dengan mengandalkan Optimus Vu.
    Ponsel ukuran besar atau yang mulai dipopulerkan sebagai phablet, memang masih didominasi oleh jajaran Galaxy Note. Tapi, tak ubahnya seperti Galaxy Note, Optimus Vu ini juga menawaran kemudahan saat pengguna ingin mengolah dokumen di ponsel.
    Pada paket penjualannya LG memberikan aksesoris berupa leather case yang membalut seluruh bagian Optimus Vu hingga menyerupai buku diary. Tak heran, jika sekilas banyak yang mengira ini adalah buku diary, bukan ponsel berlayar besar.
    Saat dibuka, barulah wujud Optimus Vu ini terlihat. Bentuknya memang sangat kotak, namun tetap berkesan elegan karena seluruh sisinya dibalut lapisan chrome yang mengilap.Sedangkan bagian belakangnya dibuat dari bahan plastik bertekstur yang tak bisa dibuka, alias unibody. Jadi pengguna tidak bisa mencopot baterai atau mengupgrade kapasitas penyimpananya yang sebesar 32 GB.
    Perpaduan bahan dan form factor seperti itu membuat LG Optimus Vu terasa begitu kokoh ketika digenggam. Saat tombol power dipencet, langsung, layar IPS LCD-nya langusng menyala terang benderang. Wajar saja, karena di dalam layar 5 inci yang diusungnya terdapat resolusi 768 x 1024 pixels dengan kepadatan 256 ppi.
    Mengutak-atik Optimus Vu sama menyenangkannya dengan Galaxy Note, ada stylus yang bisa difungsikan banyak hal. Killer apps dalam ponsel ini adalah Quick Note. Fungsinya bisa bermacam-macam, mulai dari membuat catatan, mencorat-coret home screen, atau menggambar dengan berbagai macam kuas dan warna.
    Aplikasi itu memang seakan menjadi andalan LG untuk menjajakan Optimus Vu. Buktinya, di atas ponsel tersebut ditanamkan tombol khusus untuk membuka Quick Note. Jadi pengguna bisa langsung menggunakan aplikasi ini dengan cepat.
    Dirangkum dari detiknet, berkat stylus dan aplikasi Quick Note yang sudah built-in di dalamnya, Optimus Vu memang bisa digunakan layaknya sebuah buku digital. Cukup seru, fungsional, dan lumayan canggih.
    Dibekali chip Nvidia Tegra 3 yang sudah mengusung quad core 1,5 GHz, GPU ULP GeForce dan memori RAM 1 GB. Sudah pasti, Optimus Vu ini bisa 'berlari' sangat kencang saat ditantang aplikasi berat sekali pun.
    Spesifikasi yang tinggi itu juga ditunjang oleh layar besar yang cemerlang. Nah, layar inilah yang menjadi keunikan LG Optimus Vu dibanding dengan seluruh pesaingnya. Jika Galaxy Note mengusung rasio layar 16:10, Optimus Vu ini justru masih mempertahankan rasio 4:3. Sekadar catatan, rasio tersebut juga digunakan Apple pada jajaran iPad dengan alasan agar mudah membaca tulisan.
    LG Optimus Vu baru saja dipasarkan di Indonesia dengan kisaran harga Rp 5,5 juta, menjadikannya salah satu alternatif menarik bagi pemburu ponsel besar dengan spesifikasi sangar. (*)

Spesifikasi LG Optimus Vu:
* Sistem operasi: Android ICS 4.0.4
* Chipset: Nvidia Tegra 3
* Prosesor: Quad Core 1,5 GHz
* GPU: ULP GeForce
* Memori: RAM 1 GB, ROM 32 GB
* Layar: 5 inch HD-IPS LCD capacitive touchscreen, 768 x 1024
  pixel
* Kamera: 8 MP, 3264x2448 pixel, autofocus, LED flash. Kamera depan
  1,3 MP
* Kapasitas baterai: 2.100 mAh.
* Bobot: 168 gram
--------------------------------------